Artikel Event

Jumat, 29/05/2026

Harya Marcio V.Y

Imlek di Surya Kencana Jadi Magnet Wisata Budaya dan Fotografi Jalanan Kota Bogor

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Surya Kencana Bogor kembali berubah menjadi salah satu titik wisata budaya paling ramai di Kota Hujan.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, kawasan Surya Kencana Bogor kembali berubah menjadi salah satu titik wisata budaya paling ramai di Kota Hujan. Deretan lampion merah mulai dipasang di sepanjang jalan utama, toko-toko memasang dekorasi oriental, sementara masyarakat dan wisatawan luar kota berdatangan untuk menikmati suasana pecinan klasik yang hanya terasa kuat pada momen tertentu seperti ini.

Bagi masyarakat Bogor, Imlek di Surya Kencana bukan sekadar perayaan tahunan biasa. Kawasan ini memiliki hubungan sejarah yang sangat erat dengan perkembangan komunitas Tionghoa di Kota Bogor sejak masa kolonial. Hingga hari ini, jejak sejarah tersebut masih terlihat melalui bangunan tua, tempat ibadah, pola perdagangan tradisional, hingga kehidupan sosial masyarakat yang tetap mempertahankan identitas budaya mereka di tengah modernisasi kota.

Salah satu lokasi yang selalu menjadi pusat perhatian saat Imlek adalah Vihara Dhanagun. Tempat ibadah yang berada di kawasan Surya Kencana tersebut menjadi titik utama aktivitas budaya dan spiritual masyarakat Tionghoa selama perayaan berlangsung. Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung suasana vihara yang dipenuhi ornamen merah, lilin besar, dan aktivitas ibadah yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.

Di sekitar kawasan vihara, aktivitas ekonomi masyarakat juga meningkat signifikan. Pedagang makanan, penjual dekorasi Imlek, hingga tenant jajanan tradisional mulai memenuhi jalanan Surya Kencana. Suasana malam hari menjadi sangat hidup karena perpaduan cahaya lampion, aktivitas pengunjung, dan aroma street food yang memenuhi kawasan.

Kuliner tetap menjadi salah satu alasan utama masyarakat datang ke Surken saat Imlek. Banyak pengunjung sengaja berburu makanan legendaris seperti laksa Bogor, bakso, asinan, hingga jajanan khas pecinan yang sulit ditemukan di tempat lain. Tidak sedikit wisatawan yang menganggap pengalaman makan di Surya Kencana saat Imlek terasa lebih spesial karena dipadukan dengan suasana budaya yang sangat kuat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini juga menjadi favorit komunitas fotografi jalanan dan content creator. Visual Surya Kencana saat malam Imlek dianggap memiliki karakter yang sangat khas. Lampion merah yang menggantung di atas jalan, pantulan cahaya toko pada aspal basah setelah hujan, bangunan tua bergaya oriental, serta aktivitas masyarakat menciptakan nuansa sinematik yang sering dijadikan objek fotografi urban.

Fenomena tersebut membuat Surken semakin populer di kalangan generasi muda. Banyak video suasana Imlek di Surya Kencana viral di media sosial dan memperkenalkan kawasan ini kepada masyarakat yang sebelumnya belum pernah datang langsung ke Bogor. Beberapa content creator bahkan menyebut Surken sebagai salah satu spot street photography terbaik di Jawa Barat karena memiliki atmosfer visual yang sangat kuat dan autentik.

Meski begitu, sejumlah pemerhati budaya mengingatkan bahwa meningkatnya popularitas wisata tidak boleh menghilangkan nilai sejarah kawasan. Mereka menilai Surya Kencana harus tetap dijaga sebagai ruang budaya yang hidup, bukan sekadar latar visual untuk konten media sosial. Pelestarian bangunan tua, identitas kuliner lokal, dan aktivitas budaya masyarakat dinilai menjadi hal penting agar kawasan ini tidak kehilangan jati dirinya di masa depan.

Pemerintah Kota Bogor berharap momentum Imlek dapat terus membantu memperkuat citra Surya Kencana sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat. Selain meningkatkan sektor pariwisata, event budaya seperti ini juga dianggap penting untuk menjaga hubungan sosial masyarakat yang telah hidup berdampingan selama puluhan tahun di kawasan tersebut.